(eramuslim.com)
Anak-anak kecil dan bayi adalah hal yang membuat dunia menjadi begitu bersih dan udara menjadi sejuk untuk dihirup. Mereka memberi arti pada sosok ibu di rumah dan membuat langkah ayah menjadi tegap menuju tempat kerja. Tangisan, tawa, teriakan, dan celotehan mereka adalah anugerah yang tak ada bandingannya.

Dalam waktu sebelas hari, Israel dengan telengas sudah mengubah fitrah anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Anak-anak dan bayi kehilangan makna, dan dilanda ketakutan amat sangat—itu karena, satu persatu, dalam jangka waktu yang demikian cepat, mereka kehilangan ayah dan ibunya. Lebih memilukan lagi, mereka pun kehilangan nafasnya yang terakhir.

Dalam sejarah peperangan, Islam tak pernah menorehkan catatan jika ada orang tua, perempuan dan anak-anak tersakiti setiap kali tentara Islam maju ke pertempuran. Israel tak mengenal itu. Anak-anak Palestina tetap menjadi sasaran rudal dan peluru mereka…

Kids1
Ia yang pergi adalah tabungan kelak di akhirat. Tapi Yahudi Israel adalah penjahat kakap di dunia yang tak punya hati dan rasa.

Kids2
Sebelum kafan menutupimu, wajahmu adalah semangat bagi kami.

Kids3
Luka di pelipisnya dan hidungnya yang robek akan hilang sakitnya. Tapi ingatan terhadap biadabnya Yahudi akan terus ada sepanjang masa.

Kids4
Dalam usianya yang masih sangat belia, ia telah menyaksikan begitu banyak darah, luka, kematian dan kehilangan.

Kids5
Bocah ini kehilangan sebelah muka dan satu telinganya.

Kids6
Ia sendirian di antara gedung yang akan roboh, sementara dentuman bom menakutkannya. Tak ada ayah atau ibu…

Dengan apa kami ceritakan semua yang kini terjadi pada bumi Palestina? Satu yang pasti, ini semua karena Yahudi durjana.

Kids7
Para bocah Gaza yang selamat mengiringi prosesi kematian seorang adik kecil temannya.

Kids8
Di tengah dentuman bom, di antara mesiu dan roket, kami tetap tersenyum untuk tetap terus mengibarkan Palestina dan membela Islam. Kami tak akan pernah menyerah

Hari Ke 11. Pembantaian Muslim Gaza
Rabu, 07/01/2009 (eramuslim.com)

Palestine 1

Sepanjang hari Selasa (6/1/2009), militer rejim Zionis-Israel telah membantai 135 muslim Gaza. Memasuki hari ke 11, holocaust yang dilakukan militer rejim Zionis-Israel telah menewaskan 660 muslim Gaza, 215 anak, dan 89 wanita, serta 2950 yang luka-luka. Holocaust yang brutal dan biadab itu, tak kurang pula telah menghancurkan ratusan gedung, dan kantor serta sarana atau fasilitas yang dimiliki Gerakan Hamas. Tindakan biadab dan barbar ini terus berlanjut, tanpa henti, dan tidak ada yang mau menghentikan.

Palestine 2

Sepanjang hari Selasa, kemarin, pasukan Zionis-Israel telah membantai 135 muslim Gaza, dan mencederai 400 muslim, dan sebagian besar adalah anak-anak, wanita dan orang tua. Militer Israel terus melakukan pemboman, tanpa arah yang jelas, semua gedung dan tempat tinggal, sekolah, masjid, dan kantor-kantor menjadi sasaran serangan udara Israel. Rejim Zionis itu menggunakan seluruh kemampuan militer, terutama dengan armada udaranya, serta helikopter jenis Apache, yang terus memuntahkan rudal-rudal udara ke darat. Masih belum cukup. Angkatan laut yang ada di dekat Kota Gaza, menembakkan roket kearah pemukiman penduduk.

Palestine 3

Dalam pemboman yang massif itu, menghancurkan sebuah sekolah Fakhoura, yang terletak di sebelah timur kamp Jabalia. Sekolah-sekolah yang dikelola oleh UNRWA (Lembaga yang menangani pengungsi miliki PBB), juga menjadi target sepanjang hari Selasa, dan semua flat dan rumah di wilayah timur kamp Jabaliya, luluh lantak. Akibat serangan udara yang massif itu, 45 muslim tewas, dan 50 lainnya luka-luka, dan 5 muslim telah tewas, ketika bom dijatuhkan dari pesawat. Mereka semua adalah orang-orang yang ada dipengungsian, yang dikelola oleh UNRWA.

Palestine 4

Adnan Abu Musa, Juru bicara UNRWA di Gaza, sudah mengingatkan kepada semua pengungsi, bahwa semua sekolah akan menjadi target gempuran udara Israel, karena dicurigai tempat perlindungan pejuang Hamas. Maka, sepanjang hari Selasa, rejim Zionis-Israel, tak henti-hentinya memborbardir sekolah-sekolah yang ada di kamp Jabaliya. Betapa dahsyatnya akibat gempuran-gempuran udara dengan pesawat F.16 dan Helikopter Apache yang terbang rendah menembakkan rudal mereka ke pemukiman penduduk sipil. Israel tidak peduli. Nampaknya, militer Israel ingin menimbulkan kerusakan yang lebih dahsyat, dan beberapapun korban manusia, tidak menjadi perhatiannya. Namun, ingin segera mengakhiri perang yang mereka dengan waktu yang singkat, dan memenangkan perang, melalui penghancuran sarana-sarana yang ada.

Palestine 5

Sebuah rumah sakit di kota Zaitoun, yang tidak jauh dari Kota Gaza, para tenaga medis, menemukan 12 jenazah, yang baru mereka angkat dari reruntuhan rumah (flat) yang hancur, akibat pemboman Israel. 12 jenazah itu dari satu keluarga Daya, yang rumahnya runtuh dan hancur, akibat pemboman. Peristiwa tragis bagi keluarga Daya itu, berlangsung Selasa pagi, ketika matahari baru mau terbit. Rumah keluarga Daya itu mendapatkan hantaman rudal,yang ditembakkan dari pesawat tempur Israel F.16, yang melakukan misi dipagi hari.

Palestine 6

Di pagi itu, seorang saksi mata, melihat seorang sukarelawan medis, yang mengangkat 7 orang anak, yang tertimbun reruntuhan gedung, mereka yang tewas itu, rata berumur 12 tahun, dan masih ada tiga orang wanita, yang ikut tewas dipagi hari itu. Masih banyak lagi, mayat-mayat yang belum berhasil diangkat dari gedung-gedung yang runtuh, akibat hantaman rudal, yang ditembakkan oleh pesawat-pesawat tempur dan helikopter Israel, serta kapal-kapal perang Israel, yang berada didepan Kota Gaza. (M/Pic))

Setelah sekian lama aq tak menghiraukan blog-ku, akhirnya aku kembali. uprek2 blogku.. setelah baca comment dari temen “blog ni dah lama ngak di updateeee”.. huhuhuhu…
jadi merasa terrr”pacu” untuk utak-atik lagi.
Pertama pengen ngucapin selamat tahun baru Islam dan Masehi. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baek…
(to be continued…)

Hari senin tanggal 21 Januari 2008
tepat sudah 4 bulan lewat 5 hari aQ dah
tinggal di ibuKota ini. Jakarta… Cepet juga :)

Dilihat-lihat cukup lama juga aQ ninggalin kota yang
sangat aQ cintai “Surabaya”. Disitu keluargaQ semua
berkumpul. Walaupun sekarang dah tinggal sementara di
Jakarta, tapi tetep aja ga’ ada yang seindah Surabaya.

Masih untung banget, tmen2 kuliah sekelas dulu masih
banyak yang kerja di Jakarta juga.
Rasanya kangen banget sama lingkungan Kampus tercinta
ITS(Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya.

Sujud Syukur aQ ucapkan kepada sang Pencipta, Allah Swt,
yang  sudah memberikan kesempatan, sehingga aQ berada
disini.
Semoga apa yang telah diamanatkan olehNya, kepadaQ
dapat aQ laksanakan dengan baik.

Udah kangen juga ama adekQ “Zuama Putri Nilakandi”
pasti tambah nurut kali ya sama orangTuaQ…
kmaren aQ tinggal ke jakarta dah aQ wanti-wanti
biar nurut sama bapak ibu, selama aQ diJakarta.
hehehe, ya semoga semuanya berjalan dengan semestinya.
Dan selalu berada didalam ridhaNya..
Amin..

Maret nanti pulang insyaAllah, rencananya pengin bareng2
sama anak2 yang ada di Blok Barat pulau Jawa
semoga bisa :D

temen2 seperjuangan…
KampusssQ……
SomeOne…..
tunggu aQ kembali

Senin, 21 Januari 2008

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.